Di Ban Kendaraan Kita Ada Bangkai Tikus

Entah dari mana kebiasaan ini datang. Begitu ada tikus yang berhasil dibunuh, bangkainya dibuang ke jalan. Kendaraan melindas, lalu daging dan isi perutnya terburai. Sebelum kering oleh sengatan matahari, cuil demi cuil daging bangkai menyangkut di ban-ban mobil, motor, becak atau sepeda yang lewat. Bahkan ketika bangkai itu sudah tidak berwujud sekalipun, potongan-potongan kecilnya masih menanti di jalan, siap menempel di ban-ban kendaraan. Kita pun membawanya pulang ke rumah masing-masing.
Continue reading

Cerita yang Membunuh Setan

Menjelang tutup usia seorang ayah berpesan kepada tiga putranya, “Saya punya tiga ratus sukusuku emas. Tetapi kalian harus membaginya empat dan baru boleh membelanjakannya jika bagian ke empat telah dibagikan.” Ketika anak-anaknya bertanya kepada siapa bagian keempat itu diberikan, sang ayah menjawab “kepada setan.” Anak-anaknya terperanjat.
Continue reading

Sepotong Tanah Buat Tetangga

Di masa lalu, raja-raja di Britania Raya menghadiahkan estate kepada para bangsawan yang berjasa memenangkan perang. Luasnya tidak tanggung-tanggung, bisa mencapai puluhan ribu hektar lahan. Kini, setelah zaman berubah, para bangsawan menyerahkan estate kepada mereka yang mampu membeli. Desa-desa di Wales pun menyaksikan hamparan demi hamparan luas berpindah tangan kepada pemilik yang “entah dari mana”. Ini menekan jumlah kepemilikan tanah warga setempat. Bagaimana satu kelompok warga desa menghadapi kecenderungan ini?
Continue reading

Dari “Catatan Tambahan” Seorang Penerjemah

Tujuhbelas tahun kabar Amsterdam tak terdengar. Ia raib sejak Nyonya von Stubenvoll, isteri tuannya meminta ia bersama kakak perempuannya belanja ke pasar. Amsterdam bocah lelaki yang menyenangkan. Ia aktif dan cerdas. Karena itu dengan mudah ia membuat tuan dan puannya kepincut. Sesuatu yang dengan cepat menumbuhkan cemburu di hati dua orang kakaknya.
Continue reading