Parfum Paris di Tangan Patrick

Image

PARIS, kota memuakkan. Bau manusia, selokan, sayur dan bangkai binatang setiap saat siap menyergap hidung, di jembatan, pasar dan sungai-sungai. Ambisi dan ketamakan menggantung di gedung-gedung dan mengalir di jalan raya. Gang-gang dan sudut pasar dipenuhi begundal dan gembel. Seluruh parfumnya pun tidak sanggup menutupi.

Gambaran itulah yang menggema sepanjang novel dahsyat Parfum, karya Patrick Suskind (Dastan Book 2006).

Continue reading

Advertisements

Marie Louise Pratt tentang Catatan Perjalanan (1)

Image

MARIE LOUISE PRATT mengampu kelas ‘Travel Writing and European Expansion’ di universitas Stanford Amerika Serikat tahun 1978 hingga 1981. Kelak dari disuksi dan seminar di kelas itu muncul benih sebuah buku berpengaruh dalam kajian teks dan pasca-kolonial. Terbit dua dekade lalu, 1992, buku itu melewati masa penelitian primer pada 1982-1983, dan penulisan pada tahun 1987-1988. Untuk menulisnya, Marie Pratt membaca secara ketat berderet catatan perjalanan dan eksplorasi orang Eropa yang berkelana di tanah-tanah jajahan, atau yang akan dan telah dijajah, di benua Afrika dan Amerika, dalam berbagai bahasa. Ia menunjukkan bagaimana telaah tekstual, beserta alat-alat analitiknya, berguna untuk membaca sejarah dunia dengan cara baru—sejarah dominasi pemaknaan.

Proses empatbelas tahun itu terbayar oleh sebuah buku yang menakjubkan: Imperial Eyes, Travel Writing and Transculturation. Continue reading