Dua Tahun Ngeblog

WordPress memberitahu, sudah dua tahun rupanya saya ngeblog.

Dua tahun lalu saya bimbang, bikin blog atau tidak? Saya merasa tidak akan sanggup mengurusi satu lagi lapak di samping facebook, email dan sms–untungnya milis sudah tidak aktif. Saya sudah kewalahan berpindah-pindah dari satu kamar ke kamar lain setiap hari. Tetapi saya akhirnya membuat blog juga, lalu menyusul gabung ke twitter, lalu watsap. Ternyata dua tahun sudah cukup untuk membuat orang menjadi mahluk lain.

Dua tahun lalu saya dikuasai bayangan, yang saya buat sendiri, tentang sebuah blog yang diisi sedikit tulisan membosankan dengan tema yang menjemukan. Di sana satu dua pengunjung sesekali terdampar karena sudah lelah berselancar dengan benar–dan segera menggunakan tenaga cadangan untuk pergi begitu melihat apa yang sedang dihadapinya.

Ternyata imajinasi itu hanya setengah benar. Memang betul saya tak sanggup menulis cukup sering–cuma empatpuluhan dari tujuh ratus tigapuluhan hari, tetapi saya salah membayangkan bahwa hanya segelintir peselancar tersesat yang akan singgah. Ternyata cukup banyak yang mampir. ‘Cukup banyak’ di sini tentu saja menurut ekspektasi yang saya buat sendiri. Rupanya saya belum meninggalkan gambaran awal saya mengenai blog yang sudah menjadi kenyataan. Saya malah memanfaatkannya sebagai pembenaran atas kekurangcakapan teknis dan kemalasan saya, dalam mengelola blog maupun mematut tulisan, untuk meningkatkan pengunjung.

Saya pun masih punya beberapa pembenaran lain. Sejumlah perkembangan yang membuat saya senang ngeblog.

Umpamanya, saya senang punya tempat menyimpan tulisan, yang sekaligus bisa menjadi gudang bagi orang lain yang tertarik membacanya. Kadang-kadang, ketika hawa narsis menyerang, saya melihat sekilas deretan judul tulisan di blog ini dan mulai merefleksikan apa yang pernah saya tulis. Mulai dari apa yang pernah–dan mungkin masih–menjadi perhatian saya, bagaimana saya menuliskannya, hingga apa saja kelemahannya. Saya jadi punya cara gampang menjadi kritikus bagi tulisan sendiri. Saya malas membuka file di komputer saya yang berantakan. Sebagian orang sangat rapih menata datanya, saya tidak termasuk di dalamnya.

Memang pengunjung tak banyak, tapi saya senang karena lewat blog ini mendapat kenalan baru (lihat bagaimana saya memakai pembenaran itu). Beberapa orang yang tertarik pada tulisan saya mengajak berteman di dunia maya, mengajak diskusi atau silaturrahmi. Lumayanlah, buat saya yang tadinya kuper di dunia maya–bahkan di dunia nyata.

Blog ini juga berperan membuka perbincangan, kadang berkembang menjadi diskusi serius. Ketika didesak rasa ngebet-diskusi, sedang bosan atau memasuki masa malas-kerja yang biasa muncul sekonyong-konyong, saya tinggal menyebar salah satu tulisan di sini lewat FB atau twitter, lalu diskusi segera dimulai. Ada yang menanggapi isunya, yang lain cara menulisnya. Saya belajar banyak dari kalian semua. Untuk itu saya berterimakasih. Kalian sudah menyenangkan orang yang sering tidak tahu apa ia sedang OOT atau malah sudah so-last-year banget (eh, ungkapan ini masih kepakekah?).

Oh iya, terkadang saya menyebar tulisan di blog ini ke kawan-kawan tertentu, untuk mengajak diskusi tentang tema tertentu. Dalam kejadian semacam itu, saya sering membayangkan kalian telah menjadi korban tindak setengah memaksa–untuk mengobrolkan sesuatu ketika kalian sedang ingin bicara soal yang lain. Tapi saya tak sanggup menahan diri.

Advertisements

3 thoughts on “Dua Tahun Ngeblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s