Ketua Bao

Sembilan tahun lalu Karno bilang kepada kami, “carikan saja desa di mana saya bisa bekerja, lalu buang saya ke sana.” Setahun berikutnya ia lebih banyak tinggal di desa memulai sebuah proses pengorganisasian panjang. Dua minggu lalu, ia kami pilih menjadi Ketua Dewan Pengurus komunitas kecil kami, Ininnawa. 

Pada Januari 2007, bersama empat petani muda dari dua desa ia berangkat ke Jawa tengah untuk belajar bertani selama satu musim tanam padi. Pulangnya, bersama beberapa kawan ia mendirikan Sekolah Rakyat Petani (SRP) Payo-Payo untuk memfasilitasi kerja-kerja kami di desa. Ia pun langsung menemani empat kawannya, para petani muda itu, melakukan eksperimen-eksperimen kecil di desa masing-masing. 

Mereka melewati krisis demi krisis sebelum bisa melihat keberhasilan. Misalnya, di Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep, mereka gagal dengan eksperimen awal menanam bawang merah sebelum beralih dan berhasil dengan percobaan System of Rice Intesification (SRI) sejak Januari 2010. Sebuah sistem budidaya padi dengan perlakuan berbeda sehingga hanya membutuhkan sedikit benih dan idealnya tanpa input kimia.

Kini, nyaris satu dusun di desa itu, yang berpenduduk tiga ratus keluarga, sudah menerapkan SRI. Sebagian besar dari mereka menerapkannya tanpa diminta atau diajari. Mereka secara sukarela menerapkannya karena dapat mengurangi ongkos produksi yang kian mencekik mereka.

 ***

Sementara bekerja di desa, Karno nyaris lupa menyelesaikan kuliahnya.

Ia telah menepati janjinya bertahun-tahun sebelumnya. Ketika itu kami sebal melihat ia terlalu rajin masuk kelas. “Kalau mata kuliah saya sudah lulus semua, saya baru mau ikut kalian,” tegasnya. Di masa-masa itu, saat kami sibuk mengorganisir kegiatan demi kegiatan, ia tak pernah mau mengorbankan jam kuliahnya untuk ikut bersama kami, satu kali pun. Ia baru ikut membantu bila tidak harus bertabrakan dengan jadwal kulihanya. 

Karena janji itu–bolos setelah menghabiskan mata kuliah, ia baru menyelesaikan skripsi setelah mendapatkan surat ancaman drop out dari kantor fakultas. Skripsinya pun unik, ia menulis tentang satu perilaku berbahasa yang unik di kalangan orang Bugis. Ini mengharuskan ia meminjam satu pembimbing dari Jurusan Sastra Daerah–sesuatu yang kurang lazim di Universitas Hasanunddin pada masa itu. Ia diizinkan melakukan penelitian ini dan lulus sebagai sarjana Sastra Inggris karena menulis skripsi dalam Bahasa Inggris.

Setelah menjalankan tugas di desa selama beberapa tahun, pada 2010 ia memutuskan rehat dan melanjutkan kuliah. Sekali lagi ia membuat kejutan dengan memilih belajar ke negeri Tiongkok. Ia mengambil jurusan Pembangunan Pedesan dan Pertanian di China Agricultural University, Beijing. Di sana ia menulis tesis tentang kebijakan pertanian Syahrul Yasin Limpo yang masih mengikuti watak kebijakan Soeharto, yaitu “surplus beras 2 juta ton.” Kebijakan ini masih berorientasi “pacu produksi” dan tidak menimbang kesejahteraan petani padi. 

Beberapa bagian tesis ini terbit dalam buku Melawan Ketergantungan: Kebijakan pangan dan pengalaman pengorganisasaian tiga desa, terbitan kerjasama InsistPress, LPTP dan SRP Payo-Payo tahun 2011. 

Sepulang kuliah, ia kembali sibuk bolak-balik desa, bertugas mengkoordinasi kerja SRP Payo-Payo di beberapa desa di Sulawesi Selatan dan Barat, melanjutkan ujicoba demi ujicoba, dari pembuatan pupuk organik hingga pembentukan organisasi petani.  

***

Selama tinggal di Tiongkok, Karno harus menyandang nama baru, ‘Bao Ran’. Nama ini diambil dari nama belakangnya, Batiran. Ini dilakukan karena pemerintah Tiongkok mengharuskan mahasiswa Internasional punya nama khas setempat, salah satunya untuk memudahkan dalam urusan administratif.

Setelah diangkat menjadi ketua dewan pengurus komunitas, kami kadang memanggilnya: Ketua Bao.

Advertisements

One thought on “Ketua Bao

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s