Menjadi Penerjemah Masa Sekarang

Pengalaman saya menerjemahkan naskah sejumlah buku dan esei akademis beberapa tahun terakhir sungguh berbeda dengan masa, taruhlah, lima belas tahun lalu.

Dulu, untuk menghasilkan terjemahan yang baik, pertama-tama saya harus menghancurkan sekian banyak kamus karena terlalu sering dibuka. Saya pun harus bolak-balik ke sejumlah toko buku untuk mencari kamus yang memuat istilah-istilah khusus, semisal ekosistem laut, ragam burung, atau sistem perbintangan.

Satu kali saya pernah dipaksa menunggu cukup lama agar bisa berkunjung ke kota lain yang dapat saya manfaatkan untuk mencari kamus yang saya butuhkan. Atau, lebih sering terjadi, saya meminta kepada sejumlah kawan yang mungkin bisa membantu mencarikan kamus yang saya butuhkan di kota lain.

Kadang-kadang, saya harus bertanya langsung kepada penulisnya—bila kebetulan saya bisa mengakses mereka. Upaya yang terakhir ini masih saya lakukan.

Tapi itu dulu.

Sekarang, hal pertama yang saya lakukan untuk mencari tahu makna satu kata dalam Bahasa Inggris ialah mengetik kata itu di file MS Word, arahkan penunjuk ke sana, lalu klik kanan, muncullah beberapa padanan kata itu dalam Bahasa Inggris. Bila saya bisa paham makna kata yang saya cari dengan melihat beberapa pilihan padanan kata itu, masalah selesai.

Bila tidak, anugerah lain datang dari google. Saya hanya butuh jaringan internet, hampir semua kata, frasa, sampai idiom yang saya cari sudah tersedia di sana. Tinggal mengetik kata yang tak saya pahami, tambahkan kata ‘definition’ atau ‘meaning’ di belakangnya, muncullah banyak sekali pilihan kamus. Seluruh jenis kamus yang tadinya hanya bisa saya tatap dengan nyeri di toko-toko buku karena harganya selangit, sudah ada di sana. Saya tinggal memilih: Collins, Cambridge, Oxford, dan seterusnya.

Semua itu saya lakukan ketika mencari makna kata atau frasa dalam kamus Inggis-Inggris, atau thesaurus. Jika saya sedang mencari padananan kata atau frasa Inggris dalam Bahasa Indonesia, kamusnya lebih sedikit, tapi tak kalah membantunya. Untuk itu ada macam-macam pilihan: babla, kamuslengkap, artikata, dan lainnya.

Selain kamus-kamus itu, sekarang ada keajaiban lain di internet bernama persamaankata[dot]com. Di sini Anda bisa mencari pandanan kata dalam Bahasa Indonesia. Saya sangat sering mengunjungi situsweb ini untuk mencari padanan dari kata-kata yang sudah terlalu sering saya gunakan dalam satu naskah, atau kata spesifik yang saya cari sedang sulit dipanggil dari alam ingatan.

Kalaupun ada kata, frasa, atau idiom yang sulit saya pahami, dan setelah mondar-mandir di dunia maya tak ketemu, saya tinggal kirim email atau pesan ke salah satu akun media sosial sang penulis. Siasat menyapa kawan lewat email atau inbox juga saya lakukan untuk mencari istilah-istilah spesifik yang kontekstual dan belum menemukan penjelasan memadai lewat situsweb-situsweb yang dimunculkan google.

Oh, satu lagi. Sekarang anda bisa memasang status di dinding Facebook, dalam hitungan menit rentetan jawaban dari kawan-kawan anda akan berdatangan.

Masalah pun teratasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s