Ketika Musik Menjelma Mesin Waktu yang Membawaku Menemui Seorang Ibu

Sembilan belas sembilan enam. Saya melongo di depan layar Polytron 29 inci. Hentakan drum berkejaran dengan lenguhan piano, gitar elektrik, dan tepukan tangan. Semua mengiringi suara manja Nina Persson dalam balutan dress ala Marylin Monroe, dengan rambut pendek berwarna emas. Poninya terselip ke telinga kanan. Bersama jas, tuxedo, dasi, tarian, rambut klimis, semua mengingatkan pada kurun ketika Gay Talese menulis tentang Frank Sinatra yang sedang terserang selesma. Continue reading

Advertisements