Bagaimana Pemilihan Langsung Menyelamatkan Kita

Amerika Serikat 2008. Dalam kecepatan menakjubkan rumah-rumah disita bank sebab para pemilik tak sanggup bayar cicilan. Namun bank-bank penyita urung menjual kembali rumah-rumah itu. Kalaupun mereka sanggup menjual sekira satu juta rumah sitaan itu, utang mereka kepada bank-bank lain yang memberi pinjaman tak mungkin terbayar. Akibatnya, bank-bank pemberi pinjaman itu juga tidak sanggup lagi membayar utang mereka sendiri kepada bank lain lagi yang mengutangi mereka, yang juga mengutang pada bank lain, begitu seterusnya. Berhadapan dengan sergapan kredit macet, berjatuhanlah harga saham bank-bank raksasa peminjam kredit investasi, sebagian langsung gulung tikar. Semua bank yang masih hidup akhirnya berhenti memberi utang kepada siapa pun. Masing-masing menutup rapat-rapat pintu simpanan, semua khawatir terkena sergapan kredit macet. Utangan, dalam bahasa kerennya, likuiditas, tidak tersedia di pasar. Terjadilah ‘credit crunch’.[1]

Continue reading