Sebuah Pantai yang Menciptakan Kecemasan

Melintasinya di siang kemarau sekalipun, anda akan teringat kata teduh. Jalan itu beralas bebatuan gunung, diapit rimbunan pohon, hanya disela rumah di beberapa titik. Di ujungnya anda akan berjumpa pantai, dua atau tiga ratus meter lebarnya. Pasirnya menyala menyambut matahari terbit, ombaknya membentur pantai, gesekan dedaunan tertiup angin. Sesekali dari kejauhan terdengar suara ibu memanggil anaknya dari satu dua rumah di sudut pantai. Selebihnya adalah keheningan.

Continue reading

Advertisements

Tentang Sebuah Peribahasa Lama

Metafor hidup dalam keseharian kita, tulis George Lakoff dan Mark Johnson dalam Methaphors We Live By. Ia ada dalam tutur dan tindakan kita. Sistem konseptual yang mengarahkan cara berpikir kita juga menyetir tindakan-tindakan kita, yang sering tidak kita sadari. ‘Aturan-aturan’ itu bersifat metaforik. Contoh, konsep ‘kehidupan’ di masyarakat kita kerap tampil lewat metafor ‘perjalanan’. Ini dapat kita lihat, misalnya, dalam peribahasa “berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.”

Continue reading

Selamat Datang di Dunia yang Keren

Mari menonton. Di sini ada sensasi, seru-seruan, gila, rame. Orang-orangnya ceriwis dan heboh. Di sini ada gala, laser, diva, selebiriti, metroseksual, sosialita. Ada infotainment juga edutainment. Anda boleh joget, jingkrak, atau nangis pun tak apa. Emosi adalah milik kalian yang paling berharga. Lupakan banjir di rumah, uang sekolah yang meroket, jalan yang macet. Continue reading